Drama komedi satir ini bermula dari aksi nekat Ibu Ningsih yang berhasil membawa pulang dua karung beras saat pembagian bantuan gratis di Desa Kertawangi—padahal ia hanya berhak menerima satu. Namun, kemenangan kecil itu berubah menjadi beban batin. Selama tiga hari, Ibu Ningsih dihantui rasa bersalah karena telah mengambil hak warga lain.
Didera keresahan, ia akhirnya meminta bantuan cucunya, Ghani, untuk mengembalikan satu karung beras tersebut secara diam-diam. Sialnya, Ghani yang penakut menolak karena ngeri dibayangkan konsekuensi hukum atau amukan warga. Keadaan mulai memanas saat Satria datang membawa saran: memanggil Rustam, anggota Karang Taruna, demi mencari jalan keluar yang "aman".